[23/6 16:38] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 13*
*Judul : PEMUJAAN, HIPNOTIS DAN RUWATAN*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Pemujaan adalah *mempersembahkan sesuatu* dalam bentuk apapun juga kepada setan dari bangsa jin untuk mencapai tujuan tertentu. Pemujaan biasanya dilakukan untuk *mengagungkan setan, menghindari keburukannya atau mengabulkan suatu hajat*.
Persembahan kepada setan merupakan suatu *kesyirikan yang nyata dan tidak ada keraguan padanya*. Di antara bentuk-bentuk persembahan kepada setan, yaitu sesajen, kurban, tumbal, pengkeramatan benda-benda pusaka dan lain-lainnya. Semua ini merupakan makar dan tipu daya setan kepada manusia.
Adapun *hipnotis* merupakan salah satu jenis sihir yang mempergunakan bantuan jin agar si pelaku hipnotis dapat menguasai seorang korban. Setelah menguasai korban, maka pelaku hipnotis bisa mengendalikan korban menurut keinginannya. Saat itu, jin yang membantu tukang hipnotis *menjadi dalang* dari semua gerak-gerik korban bahkan menjadikan korbannya tidak menyadari apa-apa yang terjadi di sekelilingnya atau tidak berdaya untuk berbuat sesuatu dengan kehendaknya sendiri.
Hipnotis merupakan suatu *bentuk kesyirikan dan amalan setan* yang dijadikan sebagai sarana atau cara dalam banyak hal seperti pengobatan, pendidikan, ajang pencarian bakat dan lain-lainnya. Pemakaian hipnotis untuk tujuan apapun juga adalah suatu kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan menjadi kafir. Jadi seorang pelaku hipnotis adalah seorang musyrik walaupun mengaku beragama Islam dan rajin beribadah.
*Ruwatan* adalah upacara meminta keselamatan dan membebaskan orang dari nasib buruk atau kesialan yang akan menimpa. Ruwatan biasa dilakukan untuk sebuah daerah, seorang manusia, atau sekelompok manusia agar mereka terselamatkan dari malapetaka. Terkadang juga ruwatan dilakukan pada benda-benda pusaka, seperti keris, cincin, sabuk dan yang lainnya.
Ruwatan biasanya dilakukan dengan *mempersembahkan sesajen* kepada setan dari bangsa jin yang dipercaya sebagai penguasa atas suatu daerah. Ruwatan merupakan suatu praktek kesyirikan yang berasal dari agama Hindu atau Budha.
Pemujaan, hipnotis dan ruwatan merupakan kesyirikan yang dilarang di dalam Islam. Semua itu adalah *tipu daya setan* untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Oleh karena itu, wajib bagi seorang muslim untuk *menjauhi dan membentengi diri* dari semua itu. Siapa saja yang melakukan perbuatan tersebut hendaklah ia segera *bertaubat kepada Alloh SWT*. Karena, barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik, maka ia akan kekal di neraka.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[25/6 08:40] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 14*
*Judul : KEDIGDAYAAN*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*Kedigdayaan* adalah ilmu bela diri yang ditambah dengan *ritual mistik* tertentu, baik yang jelas atau yang samar, seperti meditasi, “pengisian”, pembacaan mantra dan lainnya dengan tujuan menambahkan kekuatan ghaib ke dalam ilmu beladirinya. Kedigdayaan di masyarakat sering juga dinamakan dengan kesaktian.
Kedigdayaan juga bisa didapat tanpa melalui pembelajaran ilmu beladiri, tetapi hanya dengan *“pengisian”* semata. Pada jalur ini seseorang bisa mendapatkan kedigdayaan yang biasanya diterapkan tanpa kesadaran pemiliknya. Yang dimaksud dengan “pengisian” di sini adalah *“tersambungnya”* kekuatan fisik sang pemilik dengan *kekuatan dan kesanggupan setan dari bangsa jin* sehingga mampu melakukan hal-hal yang biasanya tidak sanggup dilakukan olehnya, seperti menerapkan jurus rawarontek, waringin sungsang, lembu sekilan, tenaga dalam, berjalan di atas air, memakan api, menikam bagian tubuh dengan benda tajam tanpa ada bekas luka, merayap di dinding, berlari di atas atap dan lain-lainnya.
Bentuk ketersambungan di atas bisa dengan masuknya setan dari bangsa jin ke tubuh seseorang atau cara ghaib lainnya yang tidak diketahui dengan panca indra.
Semua bentuk kedigdayaan biasanya didapat melalui *ritual-ritual kesyirikan* yaitu mempersembahkan bentuk peribadatan kepada setan baik dengan cara meditasi, sesajen atau ritual-ritual lainnya.
Ritual-ritual kesyirikan kedigdayaan tersebut *sangatlah samar dan terlihat sepele* seperti hanya menundukkan kepala kepada simbol-simbol tertentu, memecahkan telur di tempat tertentu, mandi atau minum air yang dimantrakan dengan mantra setan, membayarkan “mahar” kepada dukun, membacakan atau dibacakan atasnya mantra tertentu secara sukarela.
Adapun ilmu *bela diri murni* tanpa unsur kesyirikan, maka hal itu dibolehkan. Akan tetapi, sering kali banyak dari jenis-jenis beladiri yang dimasukkan secara samar kemistikan di dalamnya.
Islam menganjurkan agar umatnya menjadi *umat yang kuat dan tangguh*. Akan tetapi, kekuatan tersebut harus diperoleh dengan *cara-cara yang syar’i* dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti berlatih ketangkasan, berolahraga dan olah fisik lainnya. Adapun ilmu kedigdayaan maka harus dijauhi karena termasuk bagian dari kesyirikan. Siapa saja yang memiliki ilmu kedigdayaan wajib baginya untuk bertaubat dan meninggalkannya.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[25/6 10:28] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 15*
*Judul : KEMUNAFIKAN*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*Kemunafikan* adalah seseorang yang menampakkan keislaman tetapi di dalam *hatinya meragukan dan membenci agama-Nya*. Atau dengan kata lain, menampakkan keimanan secara zohir dan menyembunyikan kekafiran di dalam hati.
Seorang munafik, di hadapan manusia mengaku sebagai orang Islam dan menampakkan keislamannya, serta melakukan sebagian ibadah seperti sholat, puasa, haji dan sebagainya, walaupun di dalam hatinya *tidak beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya* serta membenci amal-amal ibadah yang dia sendiri lakukan.
*Nifaq ada dua macam, yaitu:*
*_Pertama_*, Nifaq keyakinan yaitu bersemayamnya kekufuran di hati seseorang, baik karena adanya pendustaan, ataupun karena tidak adanya ketundukan hati, tetapi secara zhohir lisan dan perbuatan orang tersebut menampakkan keislamannya. Orang seperti ini tetap diperlakukan sebagaimana seorang muslim, sampai kekufuran yang ada di hatinya diwujudkan dalam bentuk kekufuran lisan atau perbuatan. Apabila hal ini terjadi, maka orang tersebut diperlakukan sebagai seorang murtad. *Nifaq ini termasuk nifaq akbar*.
*_Kedua_*, Nifaq perbuatan yaitu ketika seseorang hanya mengerjakan beberapa sifat dan perbuatan orang munafik. Apabila semua perbuatan dan sifat-sifat yang menjadi karakter khusus orang-orang munafik dikerjakan, maka orang itu akan menjadi munafik tulen. Nifaq perbuatan termasuk nifaq asghor.
Sifat orang munafik banyak dijelaskan di dalam al-Qur’an dan sunnah. Di antara sifat-sifat utama kaum munafikin adalah:
1) Membenci dan mendustakan Rosululloh saw.
2) Membenci dan mendustakan sebagian ajaran Islam.
3) Bergembira terhadap kemunduran Islam dan bersedih atas kemajuan Islam dan umat Islam.
4) Apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari dan jika diberi amanah berkhianat.
5) Gemar memuji orang-orang kafir.
Ada beberapa sifat munafik yang *terkadang juga menghinggapi orang-orang beriman* dan termasuk nifaq asghor yang harus diwaspadai seperti mengkhianati amanah, berbohong, malas sholat khususnya sholat jamaah di masjid dan sebagainya.
Barangsiapa yang *tidak berhati-hati dari semua itu*, maka orang tersebut dapat terjatuh pada perbuatan nifaq akbar. Demikian berbahayanya kemunafikan, sampai-sampai para sahabat Nabi SAW pun sangat takut jika mereka terjatuh kepadanya.
Seorang muslim hendaknya *berhati-hati terhadap sifat-sifat kemunafikan*. Jika didapati dalam dirinya salah satu sifat kemunafikan, maka hendaknya ia segera bertaubat darinya.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
..............
[27/6 15:17] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 16*
*Judul : JIN*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*Meyakini keberadaan jin* merupakan bagian dari beriman terhadap perkara ghaib yang diperintahkan Alloh dan Rosul-Nya. Jin secara bahasa berarti sesuatu yang tertutupi atau tersembunyi, karena mereka adalah makhluk alam ghaib yang wujud keberadaannya tidak terjangkau oleh panca indra. Jin adalah *makhluk alam ghaib yang diciptakan Alloh SWT* dari api.
Jin terdiri dari beberapa jenis dan memiliki nama serta sifat yang berbeda-beda. Ada jin yang disebut Iblis, Setan, Ifrit dan Qorin. Ada juga jin yang mempunyai sayap. *Jin diberikan kemampuan berubah wujud* menjadi bentuk ular atau makhluk-makhluk yang menyeramkan lainnya. Di antara mereka juga ada yang hidupnya menetap dan ada pula yang berpindah-pindah.
Realita tentang jin yang patut kita waspadai adalah mereka bisa melihat kita, namun kita tidak bisa melihat mereka. Dipihak lain, *jin memiliki tipikal pendusta*. Dia bisa mengaku ingin menjadi teman manusia, mengaku mau membantu manusia, namun sejatinya dia ingin menipunya.
Di antara *penyimpangan yang sering kali terjadi terhadap jin* seperti menjadikan mereka sebagai khodam atau berteman dan menikah dengan jin. Ketika manusia melakukan *pengabdian dan penghambaan kepada jin*, maka jin akan membantu untuk mewujudkan keinginannya. Saat itu jadilah jin bertambah sombong dan *manusia bertambah hina* serta bergelimang dosa karena melakukan berbagai kesyirikan atas permintaan si jin. *Inilah yang diinginkan oleh jin untuk menyesatkan manusia*.
Potensi jin untuk menipu manusia yang menjadi rekannya sangat besar. Karena itu, seharusnya makhluk seperti ini dihindari, dijauhi, diwaspadai. Bukan malah dijadikan pelayan, didekati dan diajak kerja sama.
Seorang muslim *dilarang meminta bantuan jin* untuk tujuan apapun. Karena mereka tidak akan memberi bantuan kecuali manusia harus menaati para jin dalam berbuat maksiat kepada Alloh dan berbuat kesyirikan atau kekufuran.
Siapa saja dari kalangan umat Islam yang memiliki pelayan atau teman dari bangsa jin, maka hendaknya segera *bertaubat dan melepaskan segala ikatan dengan jin*. Kemudian membentengi diri dengan akidah yang benar serta mengamalkan doa dan zikir yang diajarkan Rosululloh SAW.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[28/6 10:32] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 17*
*Judul : KEMULIAAN SAHABAT NABI*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*Sahabat* ialah orang yang berjumpa dengan Nabi SAW dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Islam, baik bertemunya lama atau sebentar, baik meriwayatkan hadis dari beliau atau tidak, baik ikut berperang bersama beliau atau tidak. Demikian juga *orang yang pernah melihat beliau* sekalipun tidak duduk dalam majelis beliau, atau orang yang tidak pernah melihat beliau karena buta. Begitu juga orang yang beriman lalu murtad kemudian kembali lagi ke dalam Islam dan *wafat dalam keadaan Islam*.
Sahabat adalah *generasi terbaik* di dalam Islam. Mereka adalah generasi yang *paling paham* terhadap Islam dan penerapannya. Metode beragama sahabat merupakan *metode terbaik* dibanding generasi Islam setelahnya. Mereka adalah orang yang *dicintai dan diridoi Alloh* bahkan sebagian mereka telah dijamin masuk surga. Mereka juga hamba-hamba Alloh yang tunduk kepada Islam, membela kepentingan umat, setia dan taat kepada Alloh dan Rosul-Nya, serta terdidik di bawah pengajaran Rosululloh SAW.
Selain itu, para sahabat merupakan *orang-orang yang mulia*, mereka telah berjuang menegakkan Islam bersama Rosululloh, mendakwahkannya ke seluruh penjuru dunia, membebaskan manusia dari kegelapan jahiliyah menuju manisnya iman dan Islam. Setelah karunia dari Alloh kemudian jasa Rosululloh SAW dan para sahabatnya, *Islam menyebar ke penjuru dunia* termasuk ke negeri kita Indonesia.
Saat ini banyak sekali *pemahaman yang menyimpang* tentang sahabat, di antaranya yaitu mencela dan mencaci para sahabat, menuduh kafir sahabat nabi, menganggap pemahaman mereka tidak cocok lagi dengan realita saat ini, menolak riwayat hadis dari para sahabat dan lain-lain. *Semua itu merupakan pemahaman yang menyimpang di dalam Islam*.
Sahabat nabi memang *manusia biasa* yang secara individu tidak lepas dari dosa dan kesalahan. Akan tetapi, para sahabat *tidak mungkin bersepakat di dalam penyimpangan beragama*. Hal ini telah dijamin oleh Rosululloh SAW di dalam hadisnya.
*Kewajiban seorang muslim* terhadap sahabat adalah mencintai, meneladani dan memuliakan mereka. Begitu juga bersikap _husnudzon_ terhadap perselisihan pendapat yang terjadi pada mereka. *Haram bagi seorang muslim* mencela dan merendahkan para sahabat sebagaimana yang dilakukan oleh kaum syiah.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[28/6 11:26] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 18*
*Judul : AWAL PENYIMPANGAN AKIDAH*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Alloh menciptakan manusia dan menfitrahkannya di atas *fitrah tauhid* dengan mengesakan Alloh, mencintai-Nya, menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.
Dalam perjalanan kehidupan manusia, *setanlah yang pertama kali menyimpangkan manusia* dari tauhid kepada pemikiran dan keyakinan yang sesat yang mengantarkan kepada perbuatan kesyirikan menyekutukan Alloh.
Kesyirikan merupakan *penyimpangan dan penyelewengan* dari fitrah manusia. Kesyirikan dan penyimpangan akidah pertama kali di muka bumi terjadi pada *umat Nabi Nuh AS*. Pada awalnya kaum Nabi Nuh AS membuat lima patung dengan nama Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Nama-nama patung itu diambilkan dari nama *orang-orang yang sholih* setelah mereka meninggal, tujuannya untuk mengingat mereka. Tapi lama kelamaan *setan membisiki mereka* yang akhirnya mereka beribadah kepada patung-patung itu di samping beribadah kepada Alloh SWT.
Nabi Nuh AS adalah rosul yang *pertama kali* diutus oleh Alloh di muka bumi ini. Antara Nabi Adam AS dan Nabi Nuh AS terdapat *10 generasi* yang semuanya di atas agama tauhid yaitu Islam. Diutusnya para rasul adalah disebabkan karena penyimpangan dan penyelewengan manusia dari agama yang benar.
Demikian juga diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk *mengembalikan fitrah manusia* kepada tauhid. Dimana sebelumnya bangsa Arab dahulu berada di atas ajaran Nabi Ibrohim AS, kemudian datanglah Amr bin Luhai al-Khuza’i yang *merubah ajaran Nabi Ibrohim* dengan membawa berhala-berhala ke negeri Arab dan Hijaz, sehingga *berhala-berhala tersebut disembah* bersama Alloh. Akhirnya tersebarlah kesyirikan di negeri Arab dan sekitarnya, maka Alloh pun mengutus *Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi*, yang menyeru manusia untuk kembali mentauhidkan Alloh, kembali mengesakan Alloh dan mengikuti ajaran Nabi Ibrohim as.
*Penyimpangan dari akidah yang benar* adalah sumber petaka dan bencana. Seseorang yang tidak mempunyai akidah yang benar maka sangat rawan terpengaruh oleh berbagai macam keraguan dan kerancuan pemikiran.
Oleh karena itu, agar tidak menyimpang dari akidah yang benar, maka hendaknya kita *kembali kepada al-Qur’an dan sunnah sesuai dengan pemahaman para salafussholih* dalam mempelajari akidah yang benar. Kemudian berusaha *mendakwahkannya kepada umat Islam* agar mereka memiliki akidah yang lurus dan tidak terjatuh ke dalam akidah yang menyimpang.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[28/6 14:01] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 19*
*Judul : WALA’ DAN BARO’*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Salah satu dari *prinsip akidah Ahlussunnah wal Jamaah* adalah cinta karena Alloh dan benci karena Alloh, yaitu mencintai dan membela Alloh, agama-Nya, Rosul-Nya dan kaum mukminin, membenci dan berlepas diri dari semua yang Alloh benci, berupa kekafiran, kemusyrikan, dan para pelakunya. Akidah ini dikenal dengan *akidah _wala dan baro_* yang merupakan bagian dari tauhid uluhiyah.
Wala kepada Alloh, Rosul-Nya dan agama Islam adalah *wala yang mutlak*. Demikian juga baro terhadap kekufuran dan kaum kafirin adalah *baro yang mutlak*. Sedangkan terhadap ahlul maksiat dan orang-orang yang menyimpang dalam urusan agama, maka pada dasarnya yang berlaku adalah wala yang terkadang harus diiringi oleh baro yang nisbi, yaitu dia disayangi karena imannya, dan dimusuhi karena kemaksiatannya dengan tetap memberikan nasihat untuknya, memerintahnya pada kebaikan, melarangnya dari kemungkaran dan mengucilkannya bilamana pengucilan itu memang membuatnya jera dan malu sehingga mau kembali kepada kebenaran.
Wala dan baro adalah *bagian tauhid yang penting sekali*, karena ketiadaan keduanya pada diri seseorang bisa mengeluarkannya dari lingkaran Islam.
Wala dan baro merupakan *bagian penting dari makna syahadat la ilaha illalloh* yang termasuk prinsip utama yang selalu dipegang teguh oleh para nabi dan orang-orang sholih sebelum kita. Wala dan baro merupakan bagian dari *ikatan iman yang paling kuat* yang merupakan faktor utama yang menyebabkan hati dapat merasakan manisnya iman.
Di antara bentuk *wala (loyalitas) terhadap kaum muslimin* yaitu membantu dan menolong kaum muslimin, mencintai kaum muslimin sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, menjaga kehormatan kaum muslimin dan bersatu dalam jamaah kaum muslimin.
Adapun di antara bentuk *baro (berlepas diri) terhadap orang-orang kafir* yaitu tidak menyerupai mereka dalam segala hal yang menjadi ciri khas mereka, tidak menolong dan membantu mereka untuk melawan kaum muslimin, tidak memuji mereka, tidak ikut berpartisipasi dalam perayaan keagamaan mereka atau mengucapkan selamat dalam rangka perayaan tersebut dan tidak memintakan ampunan Alloh untuk mereka.
Oleh karena itu, seorang muslim *wajib untuk mencintai kaum muslimin dan membela mereka*, sebaliknya ia harus membenci musuh-musuh Alloh dan berlepas diri dari mereka.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[28/6 16:06] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 20*
*Judul : SARANA KESYIRIKAN’*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Dalam rangka menjaga *kemurnian tauhid*, para ulama telah mengingatkan tentang berbagai *perantara atau sarana* yang dapat mengantarkan kepada kesyirikan, agar hal itu dihindari. Imam Syafi’i, misalnya, begitu pula dengan imam-imam lain dalam mazhab Syafi’i, melarang hal-hal yang dapat menjadi perantara atau sarana menuju kesyirikan.
Di antara sarana menuju kesyirikan yang tersebar di masyarakat, yaitu *sikap berlebih-lebihan sebagian umat Islam terhadap orang-orang yang mereka yakini orang sholih dan wali, khususnya kuburan-kuburan yang mereka ziarahi*. Hal ini biasanya disertai dengan beberapa ritual kesyirikan, seperti nazar, berkurban, memohon pertolongan pada mereka dan semacamnya.
Sikap berlebih-lebihan ini bisa jadi akan membawa pada *syirik besar*, yaitu jika seseorang berkeyakinan bahwa mereka mempunyai kekuasaan dan pengaruh di alam ini, sehingga lama-kelamaan ia menyembah perantara-perantara itu bersamaan dengan Alloh.
*Mengagungkan kuburan*, khususnya kuburan para Nabi dan orang sholih adalah haram dalam Islam. Termasuk dalam mengagungkan kuburan adalah menembok kuburan, meninggikannya, membuat bangunan di atasnya, menulis sesuatu di atas kubur, memasang lampu di atasnya, menjadikan kuburan sebagai masjid, sholat langsung menghadap ke kuburan, berdoa menghadap ke kuburan, melakukan thowaf mengelilingi kuburan, duduk di atasnya, memasang tenda, mencium dan mengusapnya dengan tangan.
*Imam Syafi’i rh mengatakan*, “Saya tidak menyukai ada masjid dibangun di atas kuburan atau melakukan sholat dengan menghadap kuburan.”
Di antara sarana kesyirikan lainnya, yaitu mencari berkah pada pohon, batu dan semacamnya, dengan keyakinan bahwa semuanya itu mempunyai rahasia atau keberkahan khusus yang diperoleh dengan mengusapnya, mengelilinginya atau duduk di dekatnya. Inilah yang akan membawa pada syirik besar bagi orang yang melakukannya terus menerus.
Demikianlah beberapa contoh sarana-sarana yang mengantarkan kepada perbuatan syirik yang terjadi di masyarakat. Hendaknya fakta tersebut menjadikan seorang muslim selalu *memikirkan dan mengkhawatirkan dirinya* akan kemungkinan terjerumus ke dalam perbuatan tersebut.
Seorang muslim hendaknya berusaha *meningkatkan semangat dalam mempelajari ilmu tentang tauhid dan keimanan*, sehingga ia terjaga dari penyimpangan dalam akidah, serta berusaha semaksimal mungkin mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[28/6 16:06] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 20*
*Judul : SARANA KESYIRIKAN’*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Dalam rangka menjaga *kemurnian tauhid*, para ulama telah mengingatkan tentang berbagai *perantara atau sarana* yang dapat mengantarkan kepada kesyirikan, agar hal itu dihindari. Imam Syafi’i, misalnya, begitu pula dengan imam-imam lain dalam mazhab Syafi’i, melarang hal-hal yang dapat menjadi perantara atau sarana menuju kesyirikan.
Di antara sarana menuju kesyirikan yang tersebar di masyarakat, yaitu *sikap berlebih-lebihan sebagian umat Islam terhadap orang-orang yang mereka yakini orang sholih dan wali, khususnya kuburan-kuburan yang mereka ziarahi*. Hal ini biasanya disertai dengan beberapa ritual kesyirikan, seperti nazar, berkurban, memohon pertolongan pada mereka dan semacamnya.
Sikap berlebih-lebihan ini bisa jadi akan membawa pada *syirik besar*, yaitu jika seseorang berkeyakinan bahwa mereka mempunyai kekuasaan dan pengaruh di alam ini, sehingga lama-kelamaan ia menyembah perantara-perantara itu bersamaan dengan Alloh.
*Mengagungkan kuburan*, khususnya kuburan para Nabi dan orang sholih adalah haram dalam Islam. Termasuk dalam mengagungkan kuburan adalah menembok kuburan, meninggikannya, membuat bangunan di atasnya, menulis sesuatu di atas kubur, memasang lampu di atasnya, menjadikan kuburan sebagai masjid, sholat langsung menghadap ke kuburan, berdoa menghadap ke kuburan, melakukan thowaf mengelilingi kuburan, duduk di atasnya, memasang tenda, mencium dan mengusapnya dengan tangan.
*Imam Syafi’i rh mengatakan*, “Saya tidak menyukai ada masjid dibangun di atas kuburan atau melakukan sholat dengan menghadap kuburan.”
Di antara sarana kesyirikan lainnya, yaitu mencari berkah pada pohon, batu dan semacamnya, dengan keyakinan bahwa semuanya itu mempunyai rahasia atau keberkahan khusus yang diperoleh dengan mengusapnya, mengelilinginya atau duduk di dekatnya. Inilah yang akan membawa pada syirik besar bagi orang yang melakukannya terus menerus.
Demikianlah beberapa contoh sarana-sarana yang mengantarkan kepada perbuatan syirik yang terjadi di masyarakat. Hendaknya fakta tersebut menjadikan seorang muslim selalu *memikirkan dan mengkhawatirkan dirinya* akan kemungkinan terjerumus ke dalam perbuatan tersebut.
Seorang muslim hendaknya berusaha *meningkatkan semangat dalam mempelajari ilmu tentang tauhid dan keimanan*, sehingga ia terjaga dari penyimpangan dalam akidah, serta berusaha semaksimal mungkin mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[29/6 16:36] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 21*
*Judul : WALI ALLOH’*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*Saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa wali Alloh* adalah orang yang bisa terbang, menghilang, berjalan di atas air, kebal peluru, bacok atau racun. Walaupun orang tersebut banyak melakukan kesyirikan, kekufuran, pelanggaran syariat dan amalan yang tidak sesuai tuntunan Nabi SAW. Bahkan tidak jarang mereka dijadikan tokoh panutan karena kehebatannya.
Di dalam Islam, *wali Alloh adalah setiap orang beriman dan bertakwa* yang dekat dengan Alloh karena melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Di antara wali Alloh ada yang diberikan karomah yaitu *kemampuan luar biasa* sebagai bentuk pertolongan dari Alloh, seperti karomah Kholid bin Walid minum racun tetapi tidak apa-apa, karomah ashabul kahfi yang tertidur selama 309 tahun dan lain sebagainya.
Namun, istilah wali banyak sekali *diselewengkan dari hakikatnya* sehingga tidak sesuai dengan syariat Islam. Mereka seringkali menjuluki dukun, paranormal, tukang sihir dan pelanggar syariat lainnya sebagai wali. Sehingga masyarakat *banyak yang tertipu* dengan julukan tersebut. Inilah yang disebut *dengan wali setan*.
Adapun ciri *wali setan adalah orang yang mengikuti kemauan setan*, mulai dari melakukan syirik dan kemaksiatan serta berbagai bentuk penyimpangan syariat. Barangsiapa yang mengaku wali Alloh, namun *tidak mengikuti ajaran Alloh dan Rosul-Nya*, maka tidak termasuk wali Alloh, bahkan jika dia menyelisihi syariat maka termasuk *musuh Alloh dan wali setan*.
Di antara *tipu daya setan* adalah membisikan manusia untuk *berdoa di kuburan orang-orang sholih* dengan alasan untuk menghormati wali atau memotivasi seseorang agar mengikuti wali-walinya dalam melakukan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Amalan ini adalah *penyimpangan yang telah menjerumuskan banyak manusia ke jalan kesyirikan*, sehingga mereka lebih merasa takut kepada wali dari pada takut kepada Alloh, atau meminta dan berdoa kepada wali yang sudah mati. Padahal *meminta kepada makhluk adalah bentuk kesyirikan*.
Wajib bagi setiap muslim untuk *berhati-hati dengan sebutan wali* jika yang bersangkutan jauh dari syariat Islam. Jangan terkecoh dengan tipu daya setan yang telah *menjadikan wali-walinya sebagai perantara* dalam menjerumuskan manusia kepada kesyirikan, kekufuran dan amalan yang tidak sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[30/6 14:53] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 22*
*Judul : IBLIS’*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Iblis adalah makhluk Alloh yang diciptakan dari api. Iblis merupakan *musuh utama manusia* dari dahulu hingga akhir zaman. Ia adalah makhluk pertama dari bangsa jin yang *membangkang perintah Alloh* untuk sujud kepada Adam AS karena enggan dan sombong. Sejak saat itu iblis dilaknat oleh Alloh sebagai makhluk kafir dan diusir dari surga.
Untuk *mengelabui dan mengecoh manusia* dalam meniti sirotulmustaqim, Iblis telah membuat *jalan-jalan palsu* untuk menjebak manusia. Jebakan tersebut sangat halus dan bertingkat-tingkat hingga manusia terkadang tidak sadar bahwa ia telah tergelincir dari jalan Islam yang murni.
*Ada enam tahapan iblis dalam menyesatkan manusia dari sirotulmustaqim*, yaitu:
*_Pertama_*, menjerumuskan manusia kepada kekufuran dan kesyirikan serta memusuhi Alloh dan Rosul-Nya.
*_Kedua_*, menjerumuskan manusia kepada pengamalan ibadah-ibadah yang tidak diperintahkan oleh syariat.
*_Ketiga_*, menjerumuskan manusia kepada dosa-dosa besar.
*_Keempat_*, menjerumuskan manusia kepada dosa-dosa kecil.
*_Kelima_*, menyibukkan manusia dengan perkara mubah.
*_Keenam_*, menyibukkan mereka dengan perkara yang tidak prioritas. Akhirnya, ibadah-ibadah utama menjadi terbengkalai karena waktu dan tenaganya habis dalam perkara yang sia-sia.
*Iblis memiliki banyak cara dalam menyesatkan manusia*, di antaranya:
*_Pertama_*, menghiasi kebatilan yaitu membuat manusia memandang baik terhadap perbuatan dosa dan maksiat.
*_Kedua_*, memberi nama kekejian dan kemaksiatan dengan nama-nama yang disukai hati agar keburukan dan kekejian tersamarkan.
*_Ketiga_*, memperburuk citra kebenaran, mencemari dan menamakannya dengan nama-nama yang tidak disukai.
*_Keempat_*, menghalang-halangi manusia dari jalan kebenaran.
Iblis tidak akan berhenti dan menyerah dalam *menggoda manusia dan menjauhkannya* dari berbagai kebaikan hingga mereka masuk ke neraka.
Oleh karena itu, setiap muslim wajib melawan *berbagai macam tipu daya iblis* tersebut. Adapun di antara cara untuk melawan tipu daya iblis, yaitu:
*_Pertama_*, beriman dan bertauhid kepada Alloh dengan sebenar-benarnya.
*_Kedua_*, berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-sunnah sesuai dengan pemahaman orang-orang sholih terdahulu.
*_Ketiga_*, membaca, mentadaburi dan mengamalkan al-Qur’an serta memperbanyak berzikir kepada Alloh.
*_Keempat_*, bergabung dengan jamaah umat Islam dalam melaksanakan berbagai ibadah yang dituntunkan dengan berjamaah.
*_Kelima_*, mengetahui tipu daya iblis sehingga mewaspadainya.
*_Keenam_*, menyelisihi iblis dan bala tentaranya serta menjauhi sarana-sarananya untuk menyesatkan manusia.
*_Ketujuh_*, segera bertaubat dan memperbanyak istighfar.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[30/6 16:27] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 23*
*Judul : WAS-WAS*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
Was-was adalah salah satu *di antara senjata setan* untuk menimbulkan keraguan dalam diri manusia. Dengan cara ini, setan bisa dengan mudah *menggiring seorang muslim untuk mengulang-ulang ibadahnya*. Ada yang mandi besar sampai sekitar 1 jam, ada yang mengulang-ulang gerakan wudhu karena merasa ada bagian yang kering, ada yang berwudhu berkali-kali karena merasa ada yang keluar dari dubur, ada yang buang air kecil setengah jam karena merasa tidak tuntas, ada yang gonta-ganti celana karena merasa ada najis yang menetes, ada yang mengulang-ulang _takbirotul ihrom_ karena merasa belum niat, ada yang membaca al-Fatihah berulang-ulang dengan susah karena merasa tidak benar.
Penyakit was-was banyak *menimbulkan dampak buruk* pada agama seseorang. Bahkan, bisa jadi was-was ini sampai kepada penolakan dan pengingkaran terhadap perintah dan larangan Alloh.
Was-was juga bisa *terjadi dalam masalah akidah*. Kadangkala setan datang kepada manusia dan membisikkan was-was dalam jiwanya tentang Zat Alloh. Sehingga ia sampai bertanya *siapakah yang menciptakan Alloh?* Jika hal ini sampai terjadi pada diri seseorang, maka hendaknya ia *berlindung kepada Alloh dari bisikan setan* tersebut dan berhenti dari memikirkan hal itu.
Was-was dari setan benar-benar telah *menyusahkan manusia* di dunia ini serta mengeluarkan mereka dari tuntunan Rosululloh SAW. Sehingga mereka masuk ke dalam golongan orang-orang yang berlebih-lebihan.
Was-was juga seringkali *mengacaukan* perbuatan sebagian manusia, seperti meninggalkan wudhu dan sholat, dengan alasan ia akan mendapatkan kemantapan berupa hilangnya perasaan was-was. Semua ini merupakan *tipu daya setan* dalam menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus.
Was-was adalah salah satu *penyakit hati yang sangat berbahaya* dan wajib untuk diobati. Di antara cara untuk mengobati was-was, yaitu:
*_Pertama_*, melandasi setiap ibadah dengan ilmu dan keyakinan.
*_Kedua_*, tidak peduli dengan was-was setiap kali muncul.
*_Ketiga_*, terus berlatih dengan sabar dalam menghilangkan penyakit was-was.
*_Keempat_*, menyadari bahwa was-was adalah bisikan setan.
*_Kelima_*, banyak berlindung kepada Alloh dari godaan setan.
*_Keenam_*, meneladani Rosululloh SAW dalam setiap ibadah.
Setiap muslim wajib menuntut ilmu agama dan meneladani Rosululloh SAW dalam setiap amal perbuatan sehingga ia terbebas dari was-was setan.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[30/6 16:49] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 03*
*Bab : 24*
*Judul : PESAN DAKWAH*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*1.* Sekarang Anda telah *menyelesaikan paket III dari Kuliah Studi Islam* yang diselenggarakan oleh eLSI. Semoga bermanfaat untuk kehidupan Anda di masa yang akan datang. *Bacalah berulang-ulang* semua bab yang telah kami kirimkan, agar Anda lebih menyerap sari-sari ilmu yang ada di dalamnya. Sekali atau dua kali membaca suatu karya ilmiyah tidak akan pernah memberi penyerapan yang sempurna.
Kehadiran Anda dalam Stadium General yang akan kami selenggarakan akan lebih menyempurnakan pemahaman Anda melalui tanya jawab yang ada dalam acara tersebut.
*2.* *Jagalah dan pupuklah keimanan Anda* dengan terus belajar yang serius, perbanyaklah amal sholih dan berzikir kepada Alloh, karena semua itu bisa menambah keimanan Anda.
*3.* *Batasilah pergaulan Anda* hanya dengan orang-orang sholih atau paling sedikit tidak bergaul dengan orang-orang yang akan malah mengurangi keimanan Anda karena perilakunya yang salah.
*4.* *Usahakanlah berdakwah sebatas ilmu yang ada pada Anda.* Mengajak orang lain untuk ikut dalam program kami adalah suatu bentuk dakwah yang sangat ampuh. Anda bisa mengharapkan *pahala yang melimpah* dengan dakwah seperti ini.
*5.* *Bertanyalah sebatas yang Anda butuhkan* dan jangan membuka pintu pertanyaan untuk hal-hal yang tak ada gunanya untuk kehidupan Anda, karena pertanyaan yang tidak terbatasi berpotensi menjebak Anda ke arah yang tidak menentu.
*6.* *Jangan sembarangan mengambil sumber ilmu*, karena sumber yang salah bisa menanamkan keterkecohan yang besar di dalam benak Anda dan bisa menuntun Anda ke jalan yang salah.
*7.* *Berpegang teguhlah kepada ilmu yang didasarkan atas dasar al-Qur’an dan sunnah.* Kami memastikan kepada Anda bahwa apa yang kami tuliskan adalah *hasil dari penggalian yang serius* dari al-Qur’an dan sunnah.
*8.* *Karena singkatnya penyajian ini, maka kami tidak bisa menyertakan dalil-dalil dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadis.* Anda akan mendapatkannya pada Stadium General yang akan datang atau program yang lebih luas yang insyaAlloh kami selenggarakan di masa yang akan datang.
*9.* Sebagai penutup kami mengucapkan *selamat untuk Anda atas kesuksesan mengikuti program ini*.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[1/7 09:09] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 04*
*Bab : 01*
*Judul : ILMU FIQIH*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*_Fiqih_* adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus *membahas persoalan hukum Islam*, hasil dari penelitian dalil-dalil al-Qur’an dan hadis yang rinci, yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Alloh SWT.
Pembahasan ilmu fiqih mencakup dua poin besar, yaitu *fiqih ibadah dan fiqih muamalah*:
*Fiqih ibadah yang mencakup:*
*1.* Sholat dan yang berkaitan dengannya.
*2.* Zakat dengan segala permasalahannya.
*3.* Puasa dengan segala permasalahannya.
*4.* Haji dengan segala permasalahannya.
*Fiqih muamalah yang mencakup:*
*1.* Masalah keluarga seperti, nikah, talaq, rujuk dan lain sebagainya.
*2.* Masalah perdagangan dan yang berkaitan dengannya.
*3.* Waqaf dan Hadiah.
*4.* Sumpah dan Nadzar.
*5.* Makanan (halal dan haram).
*6.* Pakaian.
*7.* Kehakiman.
*8.* Ketentuan hukum pidana (tentang kejahatan) dan yang berkaitan dengannya.
*9.* Hukum waris dan wasiat.
*10.* Dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah kehidupan manusia dalam bermasyarakat dan bernegara.
*Sumber utama ilmu fiqih adalah al-Qur’an, hadis dan ijma’.*
Dalam Islam banyak imam yang pakar dalam bidang ilmu fiqih, di antara yang terkenal adalah:
1. *Imam Abu Hanifah*, nama beliau Nu’man bin Tsabit (lahir tahun 80 Hijriyah dan wafat tahun 150 Hijriyah)
2. *Imam Malik*, nama beliau Malik bin Anas bin Malik (lahir tahun 93 Hijriyah dan wafat tahun 179 Hijriyah)
3. *Imam Syafi’i*, nama beliau Muhammad bin Idris (lahir tahun 150 Hijriyah dan wafat tahun 204 Hijriyah)
4. *Imam Hambali*, nama beliau Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Juga disebut Imam Ahmad (lahir tahun 164 Hijriyah dan wafat tahun 241 Hijriyah)
*Manfaat mempelajari ilmu fiqih* adalah mengetahui tata cara ibadah yang benar sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW, mengetahui suatu hukum dalam setiap perkara, mengetahui solusi dalam setiap permasalahan dan terjaga dari ibadah-ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rosululloh SAW.
Wajib bagi setiap muslim mempelajari ilmu fiqih, *agar terhindar dari kesalahan dalam ibadah* dan meraih kebaikan di dunia dan akhirat.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia
[2/7 11:58] ADMIN KSI 39: ┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 04*
*Bab : 02*
*Judul : AIR DAN BEJANA*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
*Air adalah alat untuk bersuci*. Ada empat jenis air yaitu:
1. *Air Mutlak*, yaitu air yang secara zohirnya suci dan dapat dipergunakan untuk bersuci, di antaranya adalah: air hujan, salju, es, air embun, mata air, air sungai, air laut dan air Zamzam.
2. *Air Musta’mal*, yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci baik untuk menghilangkan hadas seperti wudhu dan mandi ataupun untuk menghilangkan najis, selama air tersebut tidak berubah sifatnya. *Air musta’mal dihukumi suci* dan bisa digunakan untuk keperluan lain selain menghilangkan hadas dan najis.
Air musta’mal tidak bisa digunakan untuk bersuci jika tidak mencapai dua qullah (sekitar 200 liter). Namun jika air tersebut mencapai dua qullah, maka boleh digunakan untuk bersuci dan tidak disebut air musta’mal.
3. *Air yang bercampur dengan sesuatu yang suci*. Seperti bercampur dengan sabun dan lainnya yang dapat merubah zat air. Hukum air ini adalah suci, selama masih dianggap sebagai air mutlak. Apabila secara adat sudah tidak dapat dikatakan sebagai air murni, maka ia pun tetap suci, namun tidak dapat digunakan untuk bersuci.
4. *Air Mutanajis*, yaitu air yang terkena barang najis yang volumenya kurang dari dua qullah meskipun tidak ada sifatnya yang berubah atau mencapai dua qullah atau lebih dan berubah salah satu sifatnya (warna, bau, atau rasa) karena terkena najis.
Sedangkan air banyak bila terkena najis tidak menjadi mutanajis bila ia tetap pada kemutlakannya, tidak ada sifat yang berubah.
*Air mutanajis tidak bisa digunakan untuk bersuci*.
Adapun di antara *hukum yang berkaitan dengan bejana* (mangkok, piring, cangkir dan lainnya) adalah:
1. Diharamkan menggunakan *bejana yang terbuat dari emas dan perak* untuk tempat makan dan minum, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
2. Haram menggunakan *bejana dari kulit bangkai*, karena kulit bangkai adalah najis. Adapun jika kulit bangkai tersebut telah disamak (diolah dan diawetkan), maka telah suci dan boleh digunakan sebagai bejana untuk makan dan minum.
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Website : www.elsihasmi.com
Facebook : http://facebook.com/elssimedia
Telegram : https://t.me/lembagastudiislam
Instagram : Instagram.com/elssimedia.id/
YTube : www.youtube.com/elsimedia