┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 01*
*Bab : 05*
*Judul : MENGIMANI NAMA DAN SIFAT ALLOH*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
1. Mengimani nama-nama dan sifat-sifat Alloh artinya meyakini nama-nama Alloh yang ada di dalam al-Qur’an dan sunnah, mengerti artinya dan menetapkan sifat-sifat yang dikandungnya. Meyakini pula seluruh sifat yang Alloh nyatakan dalam al-Qur’an dan sunnah di luar kandungan nama-nama-Nya.
2. Kita tidak bisa mengetahui nama-nama Alloh secara keseluruhan. Alloh memiliki banyak nama yang tidak kita ketahui batas jumlahnya. Kita hanya bisa mengetahui nama-nama Alloh sebatas yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Selain yang ada di dalam al-Qur’an dan sunnah, Alloh pun memiliki nama-nama yang disimpan di ilmu ghoib-Nya, tidak diberitahukan kepada makhluk-Nya.
3. Nama-nama Alloh mengandung sifat-sifat-Nya. Mengimani nama-nama Alloh harus diiringi oleh iman kepada sifat-sifat yang dikandung oleh nama-Nya.
4. Menolak sifat yang dikandung oleh suatu nama Alloh adalah kesesatan yang besar.
Contoh: menerima nama Ar-Rohim sebagai nama Alloh, tetapi menolak sifat rohmat yang dikandung oleh nama tersebut.
5. Alloh mengajarkan kita tentang nama-nama-Nya dengan kata-kata yang jelas. Melalui ilmu bahasa, kita memahami arti sifat-sifat Alloh yang dikandung kata-kata tersebut.
6. Banyak kata dari sifat-sifat Alloh yang menyamai kata dari sifat-sifat manusia, misalnya Alloh melihat dan mendengar, manusia pun melihat dan mendengar. Akan tetapi hakikat (bobot, bentuk dan realita) dari keduanya sangat berbeda, tidak mempunyai kesamaan atau keserupaan kecuali dalam kata dan arti. Kita tidak mengetahui hakikat sifat-sifat Alloh, kita tidak mengetahui bagaimana Alloh mendengar atau melihat, yang pasti semua sifat-sifat Alloh sempurna tak terbataskan, mulia, tinggi dan agung tak terhingga. Semua yang terlintas di benak manusia tentang hakikat (bobot, bentuk dan realita) sifat-sifat-Nya, tidaklah sama dengan hakikat yang sebenarnya.
7. Tidak ada satu zat pun yang menyerupai Alloh, walaupun zat itu mempunyai kata sifat yang sama dengan kata sifat Alloh seperti mendengar atau melihat atau berbicara, karena hakikat suatu sifat berbeda menurut pemiliknya masing-masing.
Contoh: kata “kepala” untuk dua pemilik yang berbeda, mempunyai hakikat yang berbeda pula. Misalnya: kepala sekolah dan kepala macan. Kata keduanya adalah k-e-p-a-l-a, dalam bahasa pun memiliki arti yang sama, yaitu sesuatu yang diikuti oleh bagian lainnya, tetapi hakikat keduanya sangat berbeda.
┏📚🍃━━━━━━━━━┓
*Kuliah Studi Islam (KSI)*
┗━━━━━━━━━🖊✉️┛
*Paket : 01*
*Bab : 06*
*Judul : IMAN KEPADA MALAIKAT*
===📚===
بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
_Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh._
1. Beriman kepada para Malaikat berarti meyakini keberadaan para Malaikat dan kriteria mereka yang disebutkan dalam al-Qur’an dan Hadis.
2. Malaikat secara bahasa berarti utusan. Sedangkan Malaikat yang dimaksud dalam al-Qur’an dan sunnah adalah makhluk berakal yang Alloh ciptakan dari cahaya, tidak makan dan tidak minum, tidak bersyahwat dan tidak berketurunan.
3. Para Malaikat selalu taat kepada Alloh, tidak pernah bermaksiat kepada-Nya dan selalu dalam kondisi beribadah serta bertasbih kepada-Nya. Jumlah Malaikat sangat banyak dan tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Alloh.
4. Selain melakukan ritual peribadatan seperti sholat, sholawat atas Rosululloh, berzikir dan mengagungkan Alloh, para Malaikat pada umumnya mempunyai tugas masing-masing, akan tetapi ada pula Malaikat yang hanya bertasbih saja atau sujud saja dan masih banyak lagi.
5. Malaikat Jibril tugas utamanya menyampaikan wahyu Alloh kepada para Nabi dan Rosul. Malaikat Mikail ditugaskan menurunkan hujan dari langit. Malaikat Isrofil ditugaskan meniup sangkakala di hari Kiamat. Malaikat maut (malakul maut) ditugaskan mencabut nyawa manusia. Malaikat Malik ditugaskan menjaga neraka. Malaikat Munkar dan Nakir ditugaskan untuk bertanya kepada penghuni kubur. Ada Malaikat yang ditugaskan menjaga dan menulis amal-amal manusia dan ada juga Malaikat pemikul Arsy.
6. Para Malaikat juga mengalami kematian. Malaikat yang terakhir mati adalah Malaikat pencabut nyawa. Sedangkan Malaikat yang pertama kali dibangkitkan dari kematian adalah Malaikat peniup sangkakala.
7. Malaikat yang kehadirannya memberikan barokah, tidak akan masuk ke tempat yang di dalamnya terdapat patung atau anjing atau gambar makhluk hidup. Malaikat juga merasa tergganggu dengan aroma yang tidak sedap.
8. Para Malaikat mencintai orang-orang mukmin, memintakan ampunan kepada Alloh untuk orang-orang yang beriman dan beramal sholih, menaungi para peserta majlis zikir dengan sayap-sayap mereka, mencatat derajat pahala orang-orang yang menghadiri sholat Jum'at menurut waktu kedatangan mereka dan ikut berperang bersama pasukan kaum mukminin dalam perang-perang tertentu.
============================
============================
*MEDIA LEMBAGA STUDI ISLAM*
Facebook : http://facebook.com/elssimedia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar